Nikah Itu Bukan Sekedar Pengen, Tapi Siap!! Yang Belum Nikah Baca Ini Sebentar Ya

21 Mar 2017 14:28

Ada yang menikah hanya karena ingin ada tempat ngobrol. Yakin hanya karena ingin ngobrol? obrolan sekarang kan digantiin gadget?
 
Ada yang menikah sekadar ingin ada yang masakin. Yakin pengin ada yang masakin? Warung nasi di pengkolan masih banyak?
 
Ada yang menikah karena ingin ada yang mijit kalo capek. Hallo, itu istri apa tukang pijat ya?
 
Ada yang menikah hanya ingin ada yang ngasih uang jajan. Online shop, penggiatnya banyak ibu dan bujangwati.
 
Ada yang menikah biar ada yang boncengin kalo ada pertemuan. Oh gitu? Jadi suami itu mirip tukang ojek ya?
 
Ada yang menikah katanya ingin biar tidak disebut jomblo ngenes. Yakin? Terus apa nanti kalo nikah tidak bakalan ngenes?
 
Saya tidak mengatakan alasan teman - teman yang diatas tadi 'salah', melainkan itu komitmen menikah yang 'lemah'.
 
Memang mungkin ada sebagian yang menikah dengan alasan-alasan diatas, terus akhirnya bisa langgeng sampai sekarang. Tapi tentu "baca : mempersiapkan" akan jauh lebih baik, dari pada "tidak dipersiapkan", akan terkesan tergesa - gesa, kebelet dan sejenisnya.
 
Jadi, jika komitmen menikah masih seperti dicontohkan diatas tadi, perlu diperbaharui dengan komitmen yang lebih kuat. Tidak salah, tapi itu lemah. sebab kalo hanya "karena itu", maka setelah "karena itu"-nya tercapai, ya berarti sudah selesai. Bukan, bukan begitu pernikahan. Sebab pernikahan itu bukan hanya sekedar "pengen" saja, tapi karena kita "butuh" dan "siap". Makanya orang yang punya komitmen menikah, sebenarnya ta'aruf itu dikomitmenkan atau diazamkan untuk menikah, not for trial.
 
Orang yang komitmen menikahnya lemah, cenderung akan "mempermainkan" ta'aruf atau khitbah, hati-hati saja. Padahal ta'aruf seharusnya diajukan bukan karena hanya sekedar "pengen" menikah, tapi karena memang sudah siap menikah.
 
Semoga sahabat-sahabatku, ikhwan-akhwat terhindar dari miskin komitmen menuju pernikahan.