Mantan, Terima kasih.

21 Mar 2017 08:46

Setelah Putus Denganmu Aku Semakin Yakin Dengan Langkah Hijrah Ini
Dan Aku Tak Ingin Pacaran Lagi

Ruang pikiranku dulu didominasi denganmu. Kala itu kamu menjadi prioritas utamaku dalam berbagai urusan. Hingga aku lalai bahwa kehidupan ini adalah perjalanan panjang yang menawarkan berbagai kisah yang menakjubkan untuk dihadapi dengan kesungguhan langkah.

Mantan, dulu caraku mengisi jam - jam waktu senggang dengan membicarakan berbagai indahnya kehidupan berdua bersamamu. Bersemangat melakukan percakapan yang memang menyenangkan rasa.

Pemberitahuan jam dinding di malam sunyi yang menggema menyegarkan ingatan bahwa kita larut dalam bayangan indah bersama dilayar mungil yang mendekatkan kita, meski jarak nyatanya tak berdekatan.

Dulu, aku sangat percaya dengan perkataanmu. Aku pun tidak meragukan perkataanmu bahwa langkah berdua ini akan sampai pada pernikahan.

Setelah titik jenuh cerita bersama itu muncul. Pertentangan kita mulai tak terelakan lagi muncul. Saling menyalahkan dan membenarkan karena hal kecil pun menjadi bumbu yang memanaskan hati.

Lelah.
Satu kata yang membuat memutuskan menatap jalan hidup masing - masing. Keindahan dulu yang menjadi harapan nyatanya menjadi harapan semu yang rasanya ingin di delete dari memori kepalaku.

1 tahun setelahnya, kini aku sadar bahwa perpisahan itu keputusan yang paling tepat.

Waktu berlalu, telah banyak kajian islam yang aku ikuti. Rangkaian training telah aku khatamkan. Dan sahabat - sahabat baruku telah mengajarkanku arti cinta yang sesungguhnya.

Nyatanya, bukan cinta yang menyatukan kita. Tapi nafsu yang membuat kita bersama. Kecenderungan menyenangkan rasa yang melumpuhkan logika. Entah, aku pun menyesal bisa mengalami kebersamaan itu. Semoga Allah mengampuni dosaku dan dosamu saat kita bersama.

Sekarang aku telah memaafkan diriku sendiri dan menetapkan langkah hijrahku dengan hijab yang menjadi ketegasanku berubah.

Boleh kamu mencelaku dan mengatakan hanya sekedar kamuflase atas hijab yang melekat ini.

Hijab ini bukan menandakan aku orang baik dan sempurna. Tapi, aku tegas ingin belajar lebih baik dan sadar bahwa Allah memberi kesempatan hidup pada akhirnya akan kembali kepadaNya. Aku tidak ingin menjadi muslimah yang hanya melalaikan kebenaran petunjuk yang sudah jelas didepan mata.

Aku takut jika di akhirat nanti Allah memalingkan pandangannya, hingga aku menjadi manusia yang tak layak mendapat ridho dan surgaNya.

Cinta suciku saat ini hanya aku berikan sepenuh hati pada Allah Yang Maha Mengasihi, Allah yang tak akan memberikan kekecewaan padaku.

Tak seharusnya aku mencintai lelaki ciptaan Allah dengan menjadikannya pusat pikiran saban hari. Membuat aku lalai beribadah pada Tuhan yang sudah menciptakan semesta yang teramat luasnya.

Tahukah kamu, ketenteraman dan kedamaian yang kurasakan sekarang akan ku pertahankan dengan kesungguhan lahir dan batin.

Tantangan dan rintangan hijrah memang datang silih berganti. Semua tantangan dan rintangan itu malah semakin memantapkan hatiku menggapai cinta dan ridho Allah Yang Maha Mulia. Aku percaya bisa melewati semua ini demi cinta sejatiku, Allah.

Yang paling aku syukuri dari jalan hijrah ini adalah manisnya hakikat cinta yang bersumber dari Iman Islam. Islam telah mengajarkanku arti yang sebenarnya tentang indahnya mencintai dan dicintai. sekarang, tak ada segaris keraguan pun dengan cinta sebenarnya yang bersemayam di hati ini.

Mantan, terima kasih sudah memberi jalan untuk putus. Kini aliran jalan yang mendekatkan kita pada dosa bisa ku hentikan. Cahaya keberkahan telah Allah tunjukan dengan jalan islam yang kujalani saat ini, sehingga aku mantap berhijrah dan tak ingin lagi menyentuh ikatan pacaran.

Mantan, terima kasih, maaf aku tak bisa kembali seperti dulu untukmu.

...

..

.

*) Info Produk Yang Ditampilkan

Mukena lacequeen